u3-potret-lalu-lintas-muatan-batu-bara-di-sungai-mahakam-samarinda_169-1
Mahakam Karya Kirana Anisa Saparin

Mahakam, Sungai yang mengalir dalam nadi,

menikam waktu di garis katulistiwa

mengangkut rindu para perantau yang pergi

menyisakan cerita disetiap hilir dan muara.

 

Burung Enggang terbang melintasi langit

Menari di atas riba raya yang sunyi

Di bawahnya orang Dayak menjaga warisan suci.

lantunan mantra terdengar dari hulu sungai.

 

Lembuswana bersemayam dalam ingatan

menjadi saksi bisu kejayaan kutai terbaca dalam tuturan

 

Pesisir Samarinda memanggil, menyambut kapal dari jauh

kota di tepi Sungai ini takkan usai

terjalin era tentara dulu dan yang baru

Namun kini, kekayaan yang tak terperi

terancam oleh laras dan besi yang tajam

jerit rimba menjadi tangis yang di sembunyi

hutan yang terbelah dan sungai yang terancam

      Meruah tanah Borneo yang dipertaruhkan

diantara ambisi dan cinta pada warisan

mampukah kita menjaga titipan ini?

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait