Mahakam, Sungai yang mengalir dalam nadi,
menikam waktu di garis katulistiwa
mengangkut rindu para perantau yang pergi
menyisakan cerita disetiap hilir dan muara.
Burung Enggang terbang melintasi langit
Menari di atas riba raya yang sunyi
Di bawahnya orang Dayak menjaga warisan suci.
lantunan mantra terdengar dari hulu sungai.
Lembuswana bersemayam dalam ingatan
menjadi saksi bisu kejayaan kutai terbaca dalam tuturan
Pesisir Samarinda memanggil, menyambut kapal dari jauh
kota di tepi Sungai ini takkan usai
terjalin era tentara dulu dan yang baru
Namun kini, kekayaan yang tak terperi
terancam oleh laras dan besi yang tajam
jerit rimba menjadi tangis yang di sembunyi
hutan yang terbelah dan sungai yang terancam
Meruah tanah Borneo yang dipertaruhkan
diantara ambisi dan cinta pada warisan
mampukah kita menjaga titipan ini?
