Kehidupan
Karya : Nur Zasika Adinda Putri
Kalimantan nama yang tertanam di jantung hati
Di lahan gambut yang hitam legam
Sawit menjulang, hijau menyala, akar yang menyerap air
Daunnya bergoyang ditiup angin
Buah merah menggantung
Darah bumi, minyaknya mengalir bak emas yang cair
Dari hulu Kapuas hingga muara Mahakam
Sawit jadi nafas jadi nyawa
Tapi dibalik ladang yang luas
Ada sungai keruh
Ikan tak lagi menari
Ada hutan yang dulu rindu
Kini diam, menunggu hujan yang lupa
Sawit, muatan lokal kami di Kalimantan
Kami belajar memetik buah
Menjaga akar
