u3-potret-lalu-lintas-muatan-batu-bara-di-sungai-mahakam-samarinda_169
Bermain Petak Umpet di Bumi Karya Dina Kartika

Perihal menjadi dewasa adalah suka bersembunyi

Bermain kata-kata dan sembunyi dengan topeng silih berganti

Sungai Mahakam menyaksikan manusia mengalirkan janji

Tongkang-tongkang telah menjadi saksi

Apa yang telah tergerus dan dirampas dari bumi?

Hutan Sangatta telah melantunkan tembang paling sunyi

 

Siapa yang tengah bermain petak umpet?

Barangkali kau tentu sudah temukan jawabannya

Mereka yang berjas sekaligus berdasi

Bermain di seluruh pelosok negeri

 

Burung Enggang ingin mengepakkan sayap kebebasan

Bekantan ingin bergelantungan di antara pohon hutan hujan

 

Siapa yang lebih menang pada permainan?

Orang dewasa yang bersembunyi lebih lama atau bocah yang pertama kali ditemukan

Sembunyi adalah mengakui kekalahan dengan perlahan

Tak ada yang tersisa dan hingga petak umpet ditinggalkan

 

Mereka ingin mengulangi permainan kembali

Apakah petak umpet adalah hal yang paling disukai?

Lalu, kapan akan berhenti?

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait